Jakarta - Peringatan Hari Ibu ke-97 di lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghidupkan kembali memori sejarah pergerakan perempuan Indonesia yang telah berusia hampir seabad. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam pesannya menegaskan bahwa peringatan ini adalah pengingat akan sejarah panjang yang dimulai sejak Kongres Perempuan Pertama pada tahun 1928.
Kongres bersejarah tersebut menjadi penanda kebangkitan kesadaran kolektif perempuan Indonesia untuk terlibat aktif dalam perjuangan bangsa dan pembentukan identitas negara. Jejak itu membuktikan bahwa kontribusi perempuan bukanlah hal baru, melainkan telah mengalir dalam setiap fase perjalanan bangsa Indonesia.
Dengan merefleksikan sejarah, peringatan ini mengambil makna yang lebih dalam daripada sekadar hari penghormatan secara personal. Hari Ibu dikembalikan kepada akarnya sebagai momentum politik dan sosial yang menegaskan hak dan peran perempuan di ruang publik.
Baca Juga: Cara Mengatur Pola Makan Dan Resolusi Diet 2026 Agar Tidak Mudah Menyerah
Berdasarkan refleksi sejarah itulah, Menteri PPPA mendefinisikan perempuan Indonesia masa kini sebagai agen perubahan yang memiliki peran strategis. Peran strategis ini diwujudkan dalam lingkup yang berlapis, mulai dari mendidik generasi di tingkat keluarga, menggerakkan komunitas, hingga berkontribusi pada kebijakan nasional.
BPOM, sebagai institusi negara, menyelaraskan kegiatan peringatannya dengan narasi sejarah ini. Upacara yang diselenggarakan tidak hanya bersifat internal, tetapi juga disiarkan secara daring ke seluruh Indonesia, meniru semangat menyatukan perhatian dari berbagai daerah sebagaimana kongres dahulu.
Amanat Kepala BPOM yang menekankan pada pemberdayaan dan karya nyata perempuan juga merupakan kelanjutan dari semangat perjuangan para pendahulu. Jika dahulu perjuangan untuk diakui, kini fokusnya adalah mengoptimalkan kontribusi yang telah diakui tersebut untuk pembangunan yang lebih besar.
Pemberian penghargaan Satyalancana Karya Satya dalam peringatan ini juga dapat dilihat sebagai penghormatan pada semangat pengabdian yang sejalan dengan nilai-nilai perjuangan. Pengabdian puluhan tahun para pegawai merupakan bentuk modern dari kontribusi nyata untuk bangsa.
Dengan memahami landasan sejarah yang kuat, seluruh insan BPOM diharapkan dapat melanjutkan estafet perjuangan dengan cara yang sesuai konteks kekinian. Semangat Hari Ibu diyakini akan menguatkan komitmen kolektif untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan berkeadilan.