Jakarta - Penunjukan Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD Golkar Sumatera Utara ternyata tidak sepenuhnya mulus. Terdapat dinamika dan isu penolakan yang menyertainya, yang kemudian ditanggapi secara terbuka oleh Doli sendiri.
Dia menyikapi isu tersebut dengan bijak, menyebutnya sebagai dinamika biasa yang terjadi dalam sebuah organisasi politik seperti Partai Golkar. Baginya, perbedaan pendapat dan sikap adalah hal yang wajar selama masih dalam koridor mekanisme organisasi.
Yang dia tekankan adalah bahwa penunjukannya merupakan keputusan resmi organisasi yang diambil oleh Dewan Pimpinan Pusat. Doli menyebut ketua umum dan sekretaris jenderal partai telah mempertimbangkan matang-matang sebelum mengambil keputusan tersebut.
Baca Juga: Durasi Singkat Isi Misterius, Analisis Pertemuan Pratikno-Jokowi Di Solo
Pernyataan ini sekaligus mengingatkan semua pihak untuk menghormati keputusan pimpinan pusat partai sebagai bentuk disiplin organisasi. Dia berharap semua kader dapat mendukung dan bekerja sama demi kemajuan partai di Sumatera Utara.
Doli tampaknya tidak ingin terpancing dengan isu penolakan yang beredar, melainkan memilih fokus pada tugas-tugas konkret yang harus diselesaikan. Pendekatan ini menunjukkan kematangan politiknya dalam menghadapi dinamika internal.
Di sisi lain, pengakuan terbuka tentang adanya dinamika justru menunjukkan sikap transparannya sebagai pimpinan. Dia tidak menutup-nutupi realita yang ada, tetapi berusaha mengelolanya menjadi energi positif untuk kemajuan partai.
Kemampuan Doli dalam mengelola dinamika internal ini akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilannya memimpin Golkar Sumut. Konsolidasi yang efektif memerlukan pendekatan yang tepat terhadap berbagai kepentingan yang ada di dalam partai.
Dengan sikap yang bijak dan fokus pada pekerjaan, Doli berharap dapat meredam ketegangan dan membawa semua pihak untuk bersatu. Tujuan akhirnya adalah menciptakan Golkar Sumut yang solid dan siap bersaing dalam peta politik regional.