Pekanbaru - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin upacara pelantikan 111 Bintara Polri di SPN Polda Riau, Pekanbaru. Pelantikan angkatan yang mendapat julukan 'Green Policing' pada Rabu (24/12/2025) ini menandai dimulainya pengabdian mereka. Acara dihadiri oleh unsur pimpinan Polda Riau, Forkopimda, serta perwakilan dari pemerintah provinsi dan militer.
Dalam sambutannya, Kapolda mengucapkan selamat atas penyelesaian Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktuba) Tahun Ajaran 2025. Irjen Herry Heryawan mendorong para Bintara yang kini berpangkat Bripda untuk mengemban perannya sebagai penjaga kehidupan dan pembangun peradaban dengan sepenuh hati. Dedikasi terhadap bangsa dan negara harus menjadi kompas dalam bertugas.
Penyematan nama 'Angkatan Green Policing' menjadi pesan tentang visi baru. Nama ini mencerminkan komitmen Polda Riau untuk memperluas peran kepolisian ke ranah proaktif dalam pelestarian lingkungan, selaras dengan tantangan pembangunan berkelanjutan di Riau.
Baca Juga: Status Siaga Tetap Diimbau BPBD Meski Banjir Di Jakarta Telah Surut
Prestasi tiga Bintara, yakni Roberto Sambas S (akademik), Muhammad Soni Saputra (mental kepribadian & keseluruhan), dan M Zhazky alma Zhaggi HS (kesehatan), turut diakui dalam kesempatan ini. Mereka diharapkan menjadi pionir dan inspirasi bagi seluruh angkatan dalam mengukir prestasi.
Kapolda menyampaikan pesan moral yang berat. Ia mengingatkan para Bintara untuk menjaga marwah Polri dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan moral. Institusi pendidikan dan Polri yang lebih besar harus dibanggakan dan dijaga nama baiknya.
Trilogi pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat ditegaskan kembali sebagai tugas utama. Kapolda secara spesifik memperingatkan untuk menghindari tindakan tercela seperti pemerasan dan suap. Sebaliknya, kehadiran yang melayani dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat adalah hal yang diutamakan.
Membangun budaya tertib melalui edukasi yang positif merupakan bagian dari pendekatan policing modern. Polisi tidak hanya menunggu pelanggaran, tetapi aktif menciptakan lingkungan yang memahami dan mematuhi hukum.
Puncak dari acara adalah penampilan simulasi penanganan kerusuhan oleh para Bintara baru. Mereka mendemonstrasikan teknik mengatasi massa yang mulai beringas, memukul mundur, dan mengembalikan situasi menjadi kondusif. Simulasi ini menjadi penegasan bahwa mereka telah siap diterjunkan ke tugas-tugas operasional yang menantang.