Jakarta - Polri menyelenggarakan Forum Tematik Bakohumas Tahun Anggaran 2026 di Jakarta Selatan pada Kamis, 27 Agustus 2026, dengan fokus utama pada optimalisasi Layanan Polisi 110. Forum yang mengusung tema "Optimalisasi Layanan Polisi 110 dalam Mendukung Pelayanan Publik Presisi" ini menjadi wadah strategis untuk membahas peran teknologi dan integrasi sistem dalam mempercepat respons pelayanan darurat kepolisian.
Forum tersebut diikuti oleh perwakilan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) dari berbagai kementerian dan lembaga. Diskusi yang berlangsung menekankan bahwa pemanfaatan teknologi dan integrasi data menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Layanan Polisi 110 yang cepat, tepat, dan akuntabel bagi masyarakat.
Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital, Dra. Molly Prabawati, MAP, menyoroti pentingnya Layanan Polisi 110 sebagai bentuk kehadiran negara yang mudah diakses masyarakat. Ia menegaskan bahwa layanan ini bukan sekadar saluran pengaduan, melainkan representasi komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada warganya setiap saat.
Baca Juga: Status Siaga Tetap Diimbau BPBD Meski Banjir Di Jakarta Telah Surut
Brigjen Pol. Dicky Sondani, S.I.K., M.H., Penata Kehumasan Polri Utama Tk II Divhumas Polri, menambahkan bahwa manfaat layanan harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Setiap panggilan yang masuk ke 110 harus memberikan kepastian bahwa laporan masyarakat didengar dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas kepolisian yang berwenang.
Dalam forum tersebut, Polri memaparkan peran vital Command Center sebagai pusat kendali operasional Layanan 110. Kepala Biro Teknologi Komunikasi Div TIK Polri, Brigjen Pol. Dr. Indarto, S.H., S.Sos., S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa Command Center tidak lagi sekadar ruang kendali dengan layar besar, melainkan pusat komando yang mampu menerima informasi, menganalisis situasi, mengambil keputusan, dan menggerakkan personel secara cepat dan terkoordinasi .
Integrasi Layanan 110 dengan Command Center dan konsep Smart City memungkinkan pemantauan situasi keamanan secara real-time. Data dan informasi yang masuk dapat diproses dan dikoordinasikan dengan berbagai instansi terkait secara simultan. Hal ini memastikan bahwa setiap laporan darurat mendapatkan respons yang cepat dan penanganan yang terintegrasi, tidak terhambat oleh birokrasi yang berbelit-belit.
Polri menetapkan standar waktu respons panggilan selama 10 detik sebagai indikator kinerja utama operator Layanan 110 . Apabila panggilan tidak terangkat dalam rentang waktu tersebut, sistem secara otomatis akan mengalihkan panggilan ke jenjang komando yang lebih tinggi, mulai dari Polsek, Polres, Polda, hingga Mabes Polri . Mekanisme eskalasi ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri untuk memastikan tidak ada satupun laporan masyarakat yang terabaikan.
Selain respons panggilan, Polri juga menetapkan standar kedatangan petugas di lokasi kejadian dalam waktu maksimal 10 menit . Standar ini, yang mengacu pada pedoman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk respons cepat layanan darurat kepolisian, diyakini dapat meminimalisir dampak buruk dari setiap insiden dan memberikan pertolongan pertama secara sigap kepada masyarakat yang membutuhkan .
Untuk mendukung standar tersebut, Layanan 110 Polri terintegrasi dengan berbagai instansi dan mitra strategis, seperti Pemadam Kebakaran, RSUD, perusahaan ojek daring, hingga hotline DPR RI . Integrasi lintas sektor ini memungkinkan penanganan laporan masyarakat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efisien, dengan melibatkan seluruh pihak yang relevan sesuai dengan jenis permasalahan yang dihadapi.
Forum tematik ini menyimpulkan bahwa penguatan Command Center dan integrasi teknologi merupakan keniscayaan dalam transformasi Layanan Polisi 110. Polri berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi menghadirkan pelayanan darurat yang presisi, profesional, dan berkeadilan. Dengan fondasi teknologi yang kuat dan sinergi lintas sektor yang solid, Layanan Polisi 110 diharapkan menjadi andalan utama masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dan membutuhkan bantuan cepat dari kepolisian.