Refleksi Hari Pelajar Internasional untuk Pendidikan Indonesia
Peringatan Hari Pelajar Internasional setiap 17 November menjadi momentum penting untuk merefleksikan kondisi pendidikan di Indonesia. Meski telah banyak kemajuan, masih banyak tantangan yang perlu diatasi.
Data Kementerian Pendidikan menunjukkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi Indonesia masih sekitar 30%, jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Kesenjangan kualitas pendidikan antara kota dan daerah juga masih lebar.
"Hari Pelajar Internasional harus jadi momentum evaluasi bersama untuk perbaikan pendidikan Indonesia," ajak pengamat pendidikan.
Beberapa isu krusial yang perlu perhatian antara lain pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas guru, relevansi kurikulum dengan kebutuhan zaman, dan penguatan pendidikan karakter.
Dengan semangat Hari Pelajar Internasional, diharapkan semua pemangku kepentingan dapat bekerja sama membangun pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas dan merata.