Jakarta - Menjawab tantangan link and match antara dunia pendidikan dan industri, Politeknik Tempo bersama IKADIM menggelar bedah buku "Soft Skills untuk Gen Z" dengan fokus pada strategi integrasi pengembangan keterampilan lunak dalam sistem pendidikan vokasi. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai institusi pendidikan vokasi.
Direktur Politeknik Tempo dalam paparannya menyampaikan bahwa pendidikan vokasi selama ini seringkali terlalu berfokus pada penguasaan hard skills, sementara soft skills hanya menjadi pelengkap. Padahal, feedback dari industri menunjukkan bahwa justru soft skills seringkali menjadi faktor penentu dalam perekrutan dan promosi karyawan.
Buku "Soft Skills untuk Gen Z" menawarkan framework yang dapat diadopsi oleh institusi pendidikan vokasi untuk mengintegrasikan pengembangan soft skills dalam kurikulum. Framework ini mencakup metode assessment, materi pembelajaran, dan evaluasi yang komprehensif.
Salah satu pendekatan yang dibahas adalah project-based learning yang dirancang tidak hanya untuk melatih keterampilan teknis tetapi juga mengembangkan kemampuan kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah. Metode ini dianggap efektif karena memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif.
Diskusi juga menyoroti pentingnya peran dosen dan instruktur sebagai role model dalam pengembangan soft skills mahasiswa. Program capacity building untuk tenaga pengajar perlu dilakukan untuk memastikan mereka memiliki kompetensi yang memadai dalam membimbing pengembangan soft skills.
Perwakilan IKADIM menekankan perlunya kemitraan yang lebih erat antara institusi pendidikan vokasi dengan industri dalam pengembangan soft skills. Program magang yang terstruktur, guest lecture dari praktisi, dan collaborative project menjadi beberapa model yang dapat diterapkan.
Ke depan, Politeknik Tempo berkomitmen untuk menjadi pioneer dalam integrasi soft skills dalam pendidikan vokasi. Langkah konkret yang akan dilakukan termasuk review kurikulum, pengembangan teaching materials, dan pembentukan soft skills development center.
Dengan integrasi yang baik antara hard skills dan soft skills, pendidikan vokasi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang truly industry-ready, mampu tidak hanya mengisi lowongan kerja yang ada tetapi juga menciptakan peluang baru di era ekonomi digital.