MASINDO Menekankan Betapa Pentingnya Budaya Kesadaran Risiko Di Masyarakat

Kamis, 24 Juli 2025

    Bagikan:
Penulis: Busrain Buraidah
(ANTARA/HO-MASINDO)

Organisasi nirlaba Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) kembali menekankan pentingnya membangun budaya sadar risiko dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Ketua MASINDO, Dimas Syailendra, menyatakan bahwa kesadaran akan risiko belum menjadi bagian dari pola pikir masyarakat secara umum.

"Budaya sadar risiko adalah cara berpikir yang memandang jauh ke depan. Bukan 'nanti bagaimana?', tetapi 'bagaimana nanti?,'" ungkap Dimas dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada hari Kamis.

MASINDO menegaskan bahwa kesadaran terhadap risiko tidak hanya relevan dalam konteks keselamatan lalu lintas, tetapi juga mencakup isu yang lebih luas, seperti kesehatan, lingkungan, ekonomi, hingga keamanan investasi digital.

Dimas berpendapat, dalam banyak kasus, pengambilan keputusan masih didorong oleh emosi atau kebiasaan, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.

Salah satu contoh yang disorot adalah jebakan investasi bodong yang sering terjadi akibat kurangnya pemahaman mengenai risiko.

Selain itu, Dimas juga mengidentifikasi dua tipe masyarakat dalam menghadapi risiko. Pertama, mereka yang tidak menyadari adanya risiko dan bertindak secara impulsif.

Kedua, mereka yang menyadari risiko tetapi memilih untuk mengabaikannya karena merasa tidak langsung terpengaruh.

Ia memberikan contoh, tindakan berkendara tanpa mengenakan helm atau sabuk pengaman sebagai bentuk pengabaian risiko yang sering dijumpai.

Dalam konteks kebiasaan merokok, MASINDO juga mempromosikan strategi pengurangan risiko atau harm reduction.

Ia menyadari bahwa berhenti merokok sepenuhnya memang merupakan hal yang ideal, namun tidak selalu mudah.

Untuk itu, MASINDO mendorong peralihan menuju produk alternatif seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, atau kantong nikotin yang dianggap memiliki risiko lebih rendah karena tidak melalui proses pembakaran.

"Kami mengampanyekan #KurangiRisiko sebagai pendekatan yang lebih realistis. Lebih baik ada kemajuan kecil daripada tidak sama sekali," ujar Dimas.

Lebih lanjut ia menyampaikan, membangun budaya sadar risiko bukanlah tentang menciptakan ketakutan, melainkan mengembangkan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan.

Dimas menegaskan bahwa budaya ini perlu ditanamkan secara konsisten untuk menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Sejak didirikan pada tahun 2021, MASINDO telah melaksanakan berbagai program edukatif, baik secara daring maupun luring, bekerja sama dengan pemerintah, sektor swasta, akademisi, media, serta komunitas masyarakat.

Organisasi ini mendorong agar pendekatan sadar risiko dapat diintegrasikan dalam kebijakan publik dan regulasi nasional.

"Sadar risiko bukan tentang merasa takut, tetapi tentang menjadi lebih bijak. Karena yang kita hadapi bukan sekadar kemungkinan, melainkan masa depan," pungkasnya.

(Busrain Buraidah)

Baca Juga: Waspada! Makanan Sehari-hari Ini Dapat Memperparah GERD
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.