Krisis Di Bandara Melbourne: Kebakaran Terminal Qantas Paralyse Penerbangan

, 30 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Adam Naufal
Insiden kebakaran mengakibatkan kelumpuhan operasional Qantas di Bandara Melbourne dengan dampak sistemik. (Shutterstock/Fernando Astasio Avila)

Melbourne - Bandara Melbourne mengalami krisis operasional setelah kebakaran melanda terminal domestik Qantas. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (29/11/2025) pagi ini menyebabkan kelumpuhan sebagian besar operasional maskapai nasional Australia tersebut. Situasi darurat diumumkan oleh otoritas bandara menyusul meluasnya dampak insiden.

Api dilaporkan bermula dari sistem kelistrikan di area retail terminal dan dengan cepat menjalar ke sistem ventilasi. Desain terminal yang terbuka memungkinkan asap dengan cepat menyebar ke berbagai area. Sistem alarm kebakaran aktif secara bersamaan di seluruh bagian terminal.

Evakuasi skala besar dilakukan menyusul semakin tebalnya asap di area terminal. Petugas menggunakan speaker untuk mengarahkan penumpang keluar melalui jalur evakuasi. Beberapa penumpang melaporkan kesulitan bernapas akibat kepungan asap.

Dampak operasional bersifat sistemik dan meluas. Selain pembatalan penerbangan, sistem bagasi, check-in, dan boarding lumpuh total. Sistem IT Qantas di bandara juga terdampak akibat pemadaman listrik darurat.

Kekacauan logistik terjadi di seluruh bandara. Penumpang yang baru tiba tidak dapat mengambil bagasi mereka, sementara penumpang yang akan berangkat tidak dapat menitipkan bagasi. Antrean panjang terlihat di seluruh area pelayanan penumpang.

Qantas mengaktifkan disaster recovery plan untuk mengatasi krisis ini. Maskapai mengalihkan sebagian operasional ke Bandara Avalon sebagai alternatif sementara. Tim IT bekerja untuk memulihkan sistem yang terdampak.

Otoritas penerbangan sipil Australia membuka command center khusus untuk menangani krisis. Koordinasi dengan maskapai lain dilakukan untuk membantu mengangkut penumpang Qantas yang terjebak. Maskapai Virgin Australia menawarkan bantuan operasional.

Investigasi penyebab kebakaran dilakukan oleh tim khusus dari otoritas bandara dan kepolisian. Diduga adanya kelalaian dalam maintenance sistem kelistrikan menjadi penyebab utama insiden. Assessment kerusakan menyeluruh akan dilakukan sebelum terminal dapat beroperasi normal.

(Adam Naufal)

Baca Juga: Dampak Penghargaan Skytrax Terhadap Brand Equity AirAsia Di Pasar Global
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.