PCO: Mengembangkan Strategi Kreatif Untuk Menarik Warga Dalam Program Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 12 Juni 2025

    Bagikan:
Penulis: Alvin Pratama
(ANTARA/HO-PCO)

Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) menyatakan bahwa Program Mari Cek Kesehatan (Makesa) di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, merupakan salah satu strategi kreatif untuk menjangkau peserta Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui skema jemput bola.

"Langkah-langkah strategis harus diambil dalam upaya kita bersama untuk mencapai target akhir 2025 ini. Contohnya, apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Baubau, yaitu melaksanakan CKG dengan metode jemput bola," ujar Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi PCO, Isra Ramli, di Jakarta, pada hari Kamis.

Ia menjelaskan bahwa Makesa dilaksanakan dengan cara jemput bola yang menyasar kepesertaan CKG dari perkantoran dan komunitas masyarakat.

Selain memperluas jangkauan Program CKG, Isra menambahkan, diharapkan percepatan pengentasan tuberkulosis (TB) juga dapat tercapai.

Sejak Makesa diluncurkan di Monumen Pahlawan Nasional Sultan Himayatuddin Oputa Yi Koo pada hari Sabtu (3/5), program ini telah meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, termasuk CKG, penurunan 50 persen kasus TB dalam lima tahun, serta penyediaan rumah sakit berkualitas di setiap kabupaten/kota.

Di luar sektor kesehatan, Makesa juga terintegrasi dengan Program Keamanan Pangan Terpadu dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Rangkaian kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 13-14 Juni 2025 di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Isra menjelaskan bahwa sejak Program CKG diluncurkan secara nasional pada 10 Februari 2025, saat ini program tersebut telah menjangkau 7.971.748 warga dari 8.484.507 pendaftar, per 10 Juni 2025.

"Kementerian Kesehatan menargetkan agar jumlah pendaftar dapat mencapai lebih dari 50 juta orang pada akhir tahun 2025," ujarnya.

Upaya jemput bola ini memberikan penawaran CKG kepada masyarakat secara luas, mencakup anak-anak, dewasa, dan lansia di komunitas, lembaga kesehatan, atau pihak swasta. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan akses kesehatan masyarakat serta mendeteksi masalah kesehatan secara dini.

"Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kondisi tertentu, seperti tekanan darah atau kadar gula yang tinggi, warga dapat segera mendapatkan tindak lanjut pengobatan di puskesmas," katanya.

Baca juga: PCO: CKG sebagai bukti komitmen pemerintah dalam memfasilitasi layanan kesehatan.

CKG merupakan bagian dari program hasil terbaik cepat (PHTC) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ini adalah program terbesar dalam sejarah kesehatan Indonesia, dengan target akhir mencapai 280 juta penduduk secara bertahap.

(Alvin Pratama)

Baca Juga: Inovasi KORPRI-BPOM: Gerakan Nasional Vaksin Serviks Untuk Indonesia Sehat
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.