BPOM Dan Pemprov Kalsel Dorong Peningkatan Daya Saing Industri Obat Dan Makanan Lokal

Selasa, 18 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Alvin Pratama
Berikan bimbingan teknis dan pendampingan bagi industri lokal. Sederhanakan prosedur izin edar untuk produk obat dan makanan UMKM.

BANJARMASIN - Aspek pembinaan industri lokal menjadi bagian penting dalam sinergi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Tidak hanya melakukan pengawasan, kedua institusi juga berkomitmen untuk meningkatkan daya saing industri obat dan makanan lokal melalui berbagai program pendampingan.

Bimbingan teknis akan diberikan kepada pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor obat tradisional dan makanan. Bimbingan mencakup aspek Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan dan mutu.

Kemudahan dalam perizinan edar juga akan diberikan kepada produk-produk UMKM lokal. BPOM akan menyederhanakan prosedur dan memberikan pendampingan dalam pengurusan izin edar, sehingga produk UMKM dapat memenuhi persyaratan administratif dengan lebih mudah. Biaya perizinan juga akan difasilitasi melalui skema tertentu yang dapat meringankan beban UMKM.

Program sertifikasi halal juga akan diintegrasikan dalam pembinaan ini. UMKM akan dibantu untuk mengurus sertifikasi halal bagi produk mereka, mengingat pentingnya aspek ini dalam meningkatkan daya saing produk, terutama di pasar yang sensitif terhadap issue kehalalan.

Pameran dan eksibisi produk UMKM obat dan makanan akan diselenggarakan secara berkala. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga media untuk mendapatkan umpan balik langsung dari konsumen dan pihak berwenang, sehingga dapat menjadi bahan perbaikan kualitas produk.

Dengan dukungan yang komprehensif ini, diharapkan industri obat dan makanan lokal Kalimantan Selatan dapat tumbuh dan berkembang dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan mutu. Produk lokal yang berkualitas tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki potensi untuk bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

(Alvin Pratama)

Baca Juga: Inovasi KORPRI-BPOM: Gerakan Nasional Vaksin Serviks Untuk Indonesia Sehat
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.