Inovasi KORPRI-BPOM: Gerakan Nasional Vaksin Serviks Untuk Indonesia Sehat

, 30 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Alvin Pratama
Gerakan nasional vaksin serviks menjadi bukti inovasi kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor untuk masa depan perempuan Indonesia yang lebih sehat.

Jakarta - Inovasi dalam bidang kesehatan masyarakat diwujudkan melalui Gerakan Nasional 1 Juta Vaksin Serviks hasil kolaborasi KORPRI dan BPOM. Gerakan ini tidak hanya sekadar program vaksinasi biasa tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kesehatan perempuan Indonesia. Pendekatan yang digunakan menggabungkan aspek preventif dan promotif secara seimbang.

Latar belakang gerakan ini didasari pada kesenjangan cakupan vaksinasi HPV di Indonesia. Dibandingkan dengan negara tetangga, cakupan vaksinasi HPV di Indonesia masih tertinggal cukup jauh. Gerakan ini diharapkan dapat mengejar ketertinggalan tersebut melalui akselerasi yang signifikan.

Strategi komunikasi risiko menjadi komponen penting dalam gerakan. Masyarakat akan diberikan informasi yang akurat dan mudah dipahami tentang manfaat vaksinasi. Pendekatan komunikasi yang empatik diharapkan dapat mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksin.

Infrastruktur kesehatan yang dimiliki BPOM akan dimanfaatkan secara optimal. Laboratorium pengawasan vaksin dan obat di seluruh Indonesia akan terlibat aktif. Kapasitas existing ini akan memperkuat implementasi program di lapangan.

Prinsip equity menjadi landasan dalam penyaluran vaksin. Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) akan mendapatkan prioritas dalam distribusi vaksin. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi kesenjangan kesehatan.

Keterlibatan perempuan dalam perencanaan program menjadi perhatian khusus. Suara perempuan didengarkan dalam mendesain program yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan program.

Teknologi digital dimanfaatkan untuk mempermudah pendataan dan monitoring. Aplikasi khusus dikembangkan untuk memantau perkembangan vaksinasi secara real-time. Data yang terkumpul akan menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat.

Gerakan ini diharapkan dapat menjadi model untuk program kesehatan lainnya. Kolaborasi lintas sektor seperti ini dapat direplikasi untuk mengatasi masalah kesehatan lainnya di Indonesia.

(Alvin Pratama)

Baca Juga: Edukasi Lingkungan Dan Kesehatan: Dampak Ganda Aksi Tanam Mangrove BPOM-Kadin Jakarta
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.